Universitas Lampung
http://lemlit.unila.ac.id/index.php?go=menudua&idmenudua=144
EKO RAHMADI1), EDI MEIDARTO1), FAUZAN MURDAPA1), SUHARNO2),
BAGUS2), RUSTADI2)
1) Program Studi Teknik Survey dan Pemetaan, FT - Universitas Lampung
2) Program Studi Geofisika, FMIPA - Universitas Lampung
ABSTRAK
Gempa bumi didefinisikan sebagai getaran yang terjadi pada bumi akibat adanya proses
pergeseran secara tiba-tiba (sudden slip) pada kerak bumi. Sudden slip terjadi karena adanya
sumber kekuatan (force) sebagai penyebabnya. Gempa bumi mempunyai sifat berulang,
dalam arti bahwa suatu gempa bumi di suatu daerah akan terjadi lagi di masa yang akan
datang dalam periode waktu tertentu (biasanya puluhan sampai ratusan tahun). Istilah
perulangan gempa bumi ini dinamakan earthquake cycle. Selanjutnya di dalam satu
Earthquake cycle terdapat beberapa fase atau tahapan mekanisme terjadinya gempa bumi
yaitu fase interseismic, pre-seismic, co-seismic, dan postseismic.
Penggunaan metode Geodetik melalui pengamatan GPS untuk monitoring pergerakan sesar
sumatra di wilayah lampung dapat memperlihatkan pola dan karakteristik sesar dan
parameter-parameter sesar seperti lokasi sesar, geometri sesar dan tingkat akumulasi
deformasi pada sesar. Selanjutnya dengan karakteristik pergeseran sesar yang diitegrasikan
dengan informasi histori aktifitas sesar dan informasi tektonik seting dapat ditentukan
akumulasi strain, locking depth, dan prediksi energi gempa yang mungkin terjadi di daerah
sesar tersebut yang diharapkan dapat membantu upaya mitigasi.
Kata kunci : Gempa bumi, Mitigasi, Sesar Sumatra, GPS, Lampung
PENDAHULUAN
Gempa bumi adalah getaran yang terjadi pada bumi akibat adanya proses pergeseran